Terbit perdana sebagai media online awal 2017, Kumparan hadir dengan tekad akan meredefinisi industri media online. Sejumlah taktik dan strategi disiapkan.

logo kumparan

Bagaimana Kumparan akan meredefinisi media online? Bagaimana pula ukuran kesuksesannya?

Kumparan merupakan platform media yang didirikan oleh para mantan karyawan Detikcom, seperti Hugo Diba (CEO), Ine Yordenaya (COO), Heru Tjatur (CTO), Arifin Asydhad (Editor in Chief), dan Yusuf Arifin (Chief of Engagement). Sejauh ini, Kumparan mengklaim telah mempunyai jutaan pengunjung unik setiap bulan, dengan jumlah jurnalis lebih dari seratus orang.

Pada akhir Juli 2017, Kumparan mengumumkan bahwa mereka meraih pendanaan dari Global Digital International (GDI), lembaga pendanaan milik GDP Venture yang terafiliasi dengan Grup Djarum. Meski tak disebutkan nilai investasi itu, keberhasilan Kumparan sebagai start up media yang dalam tempo singkat mampu meraih pendanaan itu merupakan catatan penting dalam industri media yang sangat kompetitif.

Arifin Asydhad mengatakan bahwa GDI bersedia mendanai karena melihat Kumparan sebagai platform media baru yang memiliki kredibilitas yang sangat baik. Dana itu akan dipakai untuk menambah wartawan baru, pengembangan bisnis, dan teknologi.

Menurut Arifin, Kumparan adalah media kolaborasi. “Newsroom tidak lagi mendominasi produksi konten. Kami membuka kran kolaborasi yang luas dengan stakeholder, pembaca, komunitas, lembaga pemerintah dan swasta, serta perusahaan klien,” ujar Arifin.

Kolaborasi itu merupakan salah satu strategi Kumparan demi memenuhi janjinya sebelum terbit, yakni meredefinisi industri media online. Bagaimana Kumparan menggaet para pembaca dari Generasi Langgas (millennial)? Bagaimana mereka berkompetisi di industry media daring yang sesak? Simak wawancara Tim Maverick dengan Arifin Asydhad dalam video di bawah ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *