Keluarga Cendana terlihat kembali memasuki panggung politik nasional. Putra dan putri mantan Presiden Suharto aktif memimpin partai barunya masing-masing, sementara mantan menantu Presiden Suharto, Prabowo memimpin salah satu partai oposisi pemerintah terkuat.

Komisi Pemilihan Umum telah menetapkan 14 Partai yang lolos verifikasi dan menjadi peserta pemilu 2019 mendatang. Daftarnya sesuai nomor urut partai adalah:

Nomor 1: Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)

Nomor 2: Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)

Nomor 3: Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)

Nomor 4: Partai Golongan Karya (Golkar)

Nomor 5:  Partai Nasional Demokrat (Nasdem)

Nomor 6: Partai Garuda

Nomor 7: Partai Berkarya

Nomor 8: Partai Keadilan Sejahtera

Nomor 9: Partai Persatuan Indonesia (Perindo)

Nomor 10: Partai Persatuan Pembangunan (PPP)

Nomor 11: Partai Solidaritas Indonesia (PSI)

Nomor 12: Partai Amanat Nasional (PAN)

Nomor 13: Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura)

Nomor 14: Partai Demokrat

Dari daftar di atas ada empat partai baru yang akan meramaikan panggung politik Indonesia, yaitu:

Partai Garuda (Gerakan Perubahan Indonesia)

Didirikan pada 16 April 2015, dengan Ketua Umum Ahmad Ridha Sabana dan Sekretaris Jenderal Abdullah Mansyuri. Siapa mereka? Di luar politik, Ridha Sabana adalah Presiden Direktur PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia (TPI), versi Mbak Tutut, puteri Presiden Soeharto. Seperti yang kita tahu TPI yang sekarang ini berubah menjadi MNC TV setelah sebelumnya ada sengketa antara Mbak Tutut dan Hary Tanoe. Hary Tanoe memenangkan sengketa di Badan Arbitrase Nasional (BANI) sedangkan Mbak Tutut menang sengketa di MA. Kasus ini masih bergulir hingga saat ini.

Di sisi lain, Abdullah Mansyuri merupakan Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI).

Partai Berkarya

Partai Berkarya merupakan reinkarnasi dari Partai Nasional Republik yang gagal lolos verifikasi KPU untuk mengikuti Pemilu 2014. Partai Berkarya dipimpin oleh Neneng A. Tutty, dan posisi Sekretaris Jenderal dijabat oleh Badaruddin Andi Picunang. Ketua Majelis Tinggi dan Dewan Pembina Partai dipegang oleh Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto dan berkantor di bekas gedung perusahaan Pecatu Graha, yang juga miliki Tommy Soeharto.

Neneng A. Tutty merupakan artis film layar lebar pada tahun 1980-an. Kiprahnya di politik ditandai dengan memimpin Laskar Merah Putih, ormas yang juga mencantumkan nama Tommy Soeharto sebagai Ketua Dewan Pembina. Setelah menjadi ketua umum Laskar Merah Putih, Neneng A. Tutty lalu menjadi ketua Partai Nasional Republik, yang kini menjelma menjadi Partai Berkarya.

Sementara Badaruddin Andi Picunang merupakan mantan politisi Golkar dengan posisi terakhir Wasekjen DPP AMPI Golkar (2015).

Partai Solidaritas Indonesia (PSI)

Partai ini diketuai oleh mantan presenter berita Grace Natalie. Partai ini cenderung mengambil target partisipan kalangan anak muda, perempuan dan lintas agama. Tokoh-tokoh partai ini menggunakan media sosial Twitter dan Facebook secara aktif untuk mengajak warga muda dalam berpartisipasi dalam kegiatan politik. Sebagai contoh adalah dengan menciptakan hashtag pada jejaring sosial seperti #Merdeka100Persen saat HUT RI ke 70 dan #KepoinPilkada saat Pilkada serentak pada Desember 2015 yang lalu.

Ada aturan internal di mana pengurus partai dibatasi maksimal 45 tahun,  saat ini pengurus daerah partai rata-rata berumur 20-30 tahun. Selain itu Partai ini tidak mau bertumpu kepada seorang tokoh untuk mengangkat nama partai, seperti partai politik lain kebanyakan. Partai ini juga mengklaim transparansi sumbangan finansial, khususnya memisahkan pengaruh bisnis dari operasional partai.

Nama-nama beken yang ada di PSI adalah:

  • Isyana Bagoes Oka (Mantan Presenter)
  • Tsamara Amany (politikus muda yang melejit namanya karena twitwar dengan Fahri Hamzah terkait pemberantasan korupsi)
  • Giring Ganesha (Vokalis Nidji)
  • Mohamad Guntur Romli (Aktivis NU)
  • Hariyanto Arbi (Atlet Bulutangkis)

Partai Perindo

Ini tidak usah dijelasin lah ya? sudah tahu kan owner Partai ini siapa? Hary Tanoesoedibjo.

Ditulis oleh Iwan Kurniawan, konsultan Maverick sebagai bagian dari peningkatan pemahaman Maverick atas isu-isu terkini yang terjadi di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *