Kapan terakhir makan di KFC Indonesia? Jika baru-baru ini, apakah Anda sadar bahwa KFC Indonesia tengah melakukan kampanye #NoStrawMovement?

Kampanye ini sebenarnya sudah berjalan sejak Mei 2017. Jika kita gabungkan dengan jumlah gerai KFC yang mencapai 608 toko dan kegemaran makan KFC yang tidak pernah surut, seharusnya kampanye dapat berjalan secara efektif bukan?

Sayangnya bukan itu yang terjadi. Banyak orang yang masih belum sadar akan kampanye ini. Padahal kampanye ini juga dilakukan juga secara digital oleh KFC Indonesia dan didukung oleh berbagai influencers seperti yang bisa kita lihat di berbagai tautan ini:

dari KFC Indonesia

Dari Kevin Aprilio:

Dari Slank:

Dari Scubadivers.id

Dari Lolita Lavietha:

Dari Greeners.id:

Menariknya kampanye ini justru mendapatkan perhatian banyak orang saat ada cuitan yang viral ini

Viralnya percakapan ini memang dapat dilihat dari berbagai sisi. Namun saya ingin membahasnya dari sisi kampanye digital.

Semenjak pemilihan presiden 2014, konten yang cepat viral di media sosial adalah yang memiliki unsur negatif. Efek buruknya, berbagai berita negatif dan hoax dengan mudahnya tersebar.

Selain itu, perdebatan juga menjadi tontonan favorit netizen, kali ini mereka dapat memberikan pendapat atau sekedar memanas-manasi. Konten perdebatan ini nantinya akan di sebarkan lagi, dan membuatnya makin viral.

Apakah kampanye digital harus bergeser ke arah seperti ini agar viral? Bisa jadi. Tapi tentu saja bukan dengan berbagai hal yang negatif, lebih ke sesuatu yang unik dan berbeda dengan kampanye digital yang “lurus”.

Brand sudah harus memikirkan jenis konten apa saja yang akan memancing keingintahuan netizen. Menurut saya, brand bisa membuat “keributan” agar netizen tertarik untuk menyebarkan atau memberi komentar dari konten tersebut.

Dalam penyediaan konten seperti ini posisi brand menjadi penting. Brand perlu menjadi hero, bijak dalam menjawab, dan memberi informasi yang benar. Kerja sama dengan influencer dapat dilakukan sebagai agen yang menyebarkan di kanal mereka masing-masing. Dengan ini percakapan akan lebih terasa organik.

Jika kita berkaca pada cuitan soal pelanggan yang protes tadi. Kita bisa lihat bagaimana sebuah percakapan yang organik tercipta. Tentu saja ini bukan bagian dari kampanye KFC untuk mempromosikan #NoStrawMovement, tapi karena cuitan itu #NoStrawMovement menjadi lebih terdengar gaungnya. Selanjutnya tinggal bagaimana KFC Indonesia menggunakan momentum ini untuk memperluas kampanye mereka.

Ditulis oleh Rendy Imandita, lead designer dan consultant Maverick.

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *