Para pembaca berita pasti pernah menjumpai nama Josua Pardede dan analisisnya ketika menelusuri kanal ekonomi. Ekonom yang saat ini bekerja di Permata Bank ini memang “media darling.”

ekonom Josua Pardede

Bagaimamana Josua bisa sangat populer?

Fleksibilitas Josua dalam merespons berbagai isu—dari isu moneter, makroekonomi hingga rekrutmen komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membuatnya menjadi sumber informasi terpercaya bagi media-media, dan tentu aset yang bernilai bagi bank tempat ia bekerja.

Menyematkan predikat “media darling” kepada Josua Pardede bukanlah hal yang berlebihan. Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Maverick dari 2015 sampai Oktober 2017, pernyataan Josua telah dikutip 1.151 kali oleh media cetak dan online nasional. Intensitas kehadiran yang tinggi di media membuatnya tidak terkalahkan di jajaran 10 Ekonom Terbaik selama bertahun-tahun.

Sejak 2015, Josua telah memuncaki daftar tersebut dengan 55 artikel dan menutup tahun dengan total 238 artikel. Performa luar biasa ini berlanjut di 2016, terutama di kuartal ketiga 2016 dimana ia mencatatkan 137 artikel. Sejak itu, Josua selalu membukukan lebih dari 100 artikel di setiap kuartal; meskipun jumlah artikelnya tidak selalu konstan, tetapi Josua tetap berada diatas dan tidak terkalahkan.

Dominasi Josua yang konsisten di jajaran ekonom memicu pertanyaan baru: bagaimana dengan ekonom dan analis lain? Seperti apa performa mereka?

Data menunjukkan bahwa jarak antara Josua Pardede dan ekonom lain cukup jauh. Ekonom BCA David Sumual sejauh ini adalah penantang terkuat bagi Josua. David berada tepat di belakang Josua dengan total 672 artikel selama 2015 hingga Oktober 2017.

josua pardede

David memulai tahun 2015 dengan jumlah artikel yang cukup rendah, kemudian performanya mulai menanjak di kuartal ketiga 2015 dengan 82 artikel, bahkan mengalahkan Josua yang hanya mengumpulkan 76 artikel. Namun, kinerja yang baik ini tidak berlanjut dan menurun ke 39 artikel di kuartal keempat 2015.

Persaingan ketat antara keduanya berlanjut hingga awal 2016. Sampai pada kuartal ketiga 2016, performa Josua semakin melonjak dan membuat jarak yang semakin lebar dengan David.

Selama dua tahun terakhir, Josua Pardede dan David Sumual secara konsisten merebut posisi pertama dan kedua di daftar 10 Ekonom Terbaik. Sementara posisi ketiga seringkali ditempati oleh ekonom dan analis yang berbeda, seperti Kepala Ekonom Bank Mandiri Anton Gunawan dan Ekonom Standard Chartered Aldian Taloputra.

Temuan menarik muncul ketika dua analis Bank Mandiri yaitu Andry Asmoro dan Reny Eka Putri mulai mendapat perhatian lebih dari media tahun ini. Andry meraih posisi ketiga di kuartal kedua 2017, sedangkan Reny mengambil posisi yang sama di kuartal ketiga 2017. Hal ini mungkin dapat menjelaskan penurunan jumlah artikel dari Anton Gunawan di kuartal kedua dan ketiga 2017, dimana media mulai mencari informasi dari ekonom dan analis Bank Mandiri yang lain.

Di kuartal kedua 2017, pernyataan Andry dikutip di berbagai isu antara lain inflasi, surplus perdagangan, pajak, dan surat utang negara oleh setidaknya tujuh media berbeda. Ini membuktikan kapabilitas dan fleksibilitasnya sebagai analis yang meyakinkan media untuk memuat komentar Andry atas berbagai isu.

Sementara di kuartal ketiga 2017, Reny lebih banyak memberikan proyeksinya atas pergerakan rupiah. Meskipun menempati urutan ketiga, Reny hanya dikutip oleh dua media.

Meskipun begitu, performa Andry dan Reny yang membaik tahun ini setidaknya memberikan sinyal baik bahwa persaingan yang lebih ketat di antara para ekonom mungkin saja terjadi dalam waktu dekat. Namun, ekonom lain harus terus membangun hubungan yang kuat dengan rekan-rekan media untuk menyusul rekor yang dicatatkan Josua Pardede. [Oleh Lucia Hanna]

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *