2016_11_05_15418_1478314566-_large(Untuk versi Bahasa Inggris, klik di sini)

Demonstrasi besar-besaran terjadi pada Jumat (4/11/2016) pekan lalu. Aksi unjuk rasa itu berlangsung aman dan damai, awalnya, lalu berubah sedikit rusuh pada malam hingga menjelang subuh. Tapi tiba-tiba perhatian netizens berubah saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada saat konferensi pers menyikapi demonstrasi itu, Sabtu dinihari. Mereka membicarakan bomber jacket yang dikenakan presiden.

Sepanjang Jumat itu, media sosial ramai oleh komentar para pengguna mengenai jalannya aksi unjuk rasa menolak penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Ini terlihat dari kemunculan beberapa tagar, seperti #demo411, #demo4november, dan #obrolanpendemo.

Linimasa Twitter diwarnai oleh obrolan pengguna yang memberikan penghargaan pada demonstrasi yang berlangsung secara tertib dan damai. Beberapa orang membagikan foto-foto lautan pengunjuk rasa di sepanjang jalan MH Thamrin, Medan Merdeka, Monas, dan Istana Negara. Beberapa akun bahkan menyebarkan foto-foto peserta demo yang membawa kantong plastik untuk tempat sampah.

Akun @poetrimutiara menyatakan, “dan bersyukur #demo411 ini berlangsung aman, damai dan tertib..tidak spt kebykan org yg menganggap provokasi belaka atau kepentingan politik.”

https://twitter.com/poetrimutiara/status/794502449750913024

 

Akun @nihaqus menulis, “Slmt brdemo bg saudaraku ssama Muslim. Tunjukkan muka Islam yg damai bukan dengan sumpah serapah dan kata-kata yg tak mnyejukkan. #demo411

 

Akun @fahrul_anams menyatakan, “Alhamdulillah Demo Hari Ini Lancar Dan Damai, Seorang Bapak Bawa Kantong Plastik Shg Tdk Nyampah.”

https://twitter.com/fahrul_anams/status/794491274787069952

 

Suasana yang sedikit membuat nyaman warga kota sepanjang siang hingga sore hari berubah menegangkan selepas Isya, ketika sebagian peserta demonstrasi bertahan di depan pintu Istana dan mendesak untuk masuk. Padahal aturannya, semua bentuk demonstrasi harus berhenti pada pukul 18.00. Pengunjuk rasa ditahan oleh aparat keamanan. Terjadi saling dorong dan lempar botol air mineral. Keributan kian mencemaskan ketika terjadi pembakaran mobil polisi.

Gagal masuk Istana, sebagian peserta unjuk rasa pindah menuju ke gedung DPR di Senayan, melewati jalan protokol Sudirman. Ketika massa berdemonstrasi di sinilah, muncul kerusuhan di dua tempat berbeda, di kawasan Luar Batang dan Penjaringan. Ada sekelompok orang yang mencegat mobil dan menjarah sebuah toko swalayan. Namun kerusuhan tak sempat meluas. Otoritas keamanan bertindak sigap dan berhasil meredakan ketegangan.

Akun @RadioElshinta melaporkan, “LIVE NOW! Pangdam Jaya, Mayjen Teddy Lhaksamana : yang terjadi di Luar Batang, Jakut sdh dpt diatasi petugas, sdh aman, tdk usah khawatir.”

https://twitter.com/RadioElshinta/status/794561043921915904

 

Meski demikian, pada Jumat malam itu berseliweran rumor akan adanya kerusuhan dan penjarahan di tempat lain. Sebagian warga Jakarta mulai cemas. Mereka khawatir kerusuhan massal pada Mei 1998 akan terulang.

Muncullah tagar #SafetyCheckJkt di linimasa Twitter. Tanda pagar ini digunakan publik untuk mengetahui keadaan di seluruh pelosok Jakarta, mengecek mana daerah yang aman dan tidak.

Akun @Pandji menulis, “Pantau #safetycheckjkt utk mengetahui keadaan daerah2 di Jakarta.”

https://twitter.com/pandji/status/794555211452858368

 

Aksi demonstrasi di depan DPR terus berlangsung. Desas-desus kian merayap. Ketegangan memuncak. Tepat tengah malam, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar konferensi pers. Dalam acara yang berlangsung kurang dari lima menit itu, Jokowi mengomentari beberapa hal, tentang aksi demonstrasi, sikapnya terhadap proses hukum Ahok, dan permintaan agar para pengunjuk rasa segera pulang ke rumah masing-masing.

Bagaimana reaksi di media sosial? Bukannya mengomentari isi pidato Jokowi, netizens justru membahas jaket yang dikenakan oleh presiden malam itu.

Akun @deroswunga berkomentar, “jadi hasil menyimak prescon dari bapak @jokowi ini adalah mencari tau merek dari jaket yang dipake oleh beliau.”

 

Akun @kmingyyu bertanya, “Jaket boomber yg dipake jokowi merek apa ya?”

https://twitter.com/kmingyyu/status/794739262176403460

 

Aku @miund menyebut, “yes, it was Pull & Bear, people. chill. “

 

Sedangkan menurut @bangaip, “bomber jacket-nya jokowi zara kayaknya ya.”

 

Karena terjadi perdebatan di linimasa, akun @amrazing menggelar japat (polling), “Oke. Mari selesaikan dengan polling: apa merk jaket pake jokowi?

 

Pembicaraan makin seru ketika putra Jokowi yang memiliki akun @kaesangp menulis, “Yg pengen tau jaketnya beli dmn, silahkan mampir @markobar1996 @MOMMILK_SOLO @CeKopi @Pastabuntel @CakarDheer @Chilli_Pari dulu.”

 

Status ini diretweet 276 kali.

Mengapa para pengguna media sosial lebih suka membahas jaket yang dipakai Jokowi?

Akun @teguhwicaksono menjawab, “karena lelah sama informasi negatif di momen itu, begitu ada yang berpotensi bisa jadi lucu-lucuan langsung gampang terdistribusi.”

 

Akun @devieriana menulis, “karena sudah pada bosen rusuh, dan butuh piknik.”

 

Akun @thinpices “Uda eneg lihat mereka2 yang menggunakan agama untuk kepentingan politik.”

 

Akun @amasna menjawab, “karena perlu penyegaran.”

 

Akun @arundhatishint_ menulis, “karena jaket pak presiden lagi hits dikalangan anak muda setahun belakangan ini …”

https://twitter.com/arundhatishint_/status/795460951537422336

 

Akun @DollySW menyatakan, “Soalnya bikin penasaran dan akhirnya beli, termasuk saya.”

https://twitter.com/DollySW/status/795461262482149376

 

Percakapan tentang jaket Jokowi membuat tiga toko Zara yang di tiga mal Jakarta, yakni Pondok Indah Mall, Grand Indonesia dan Plaza Indonesia, kehabisan stok bomber jacket dalam tempo satu hari.

cwb1ratveaera6v

Cepatnya perubahan pembicaraan dari isu demonstrasi ke jaket Jokowi mencerminkan bagaimana anak Indonesia berpikir dan bereaksi terhadap perkembangan politik dan kekerasan di sekitarnya. Benarkah mereka sudah bosan pada politik dan mencari topik lain yang lebih menarik? Apakah menurut mereka perkara busana lebih penting daripada urusan negara?

Foto: Antara dan @bangaip

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *