kudasby

(Untuk versi Bahasa Inggris, klik di sini)

 

Sekarang adalah Tahun Monyet dalam Kalender Tiongkok. Namun di Indonesia, orang justru sedang demam “Tahun Kuda”. Ini gara-gara pada Senin lalu Jokowi dan Prabowo melakukan “diplomasi kuda” dan Rabu kemarin muncul istilah “lebaran kuda.”

“Lebaran kuda” dan “Pak SBY” memicu histeria pengguna media sosial dan masuk trending topic Twitter setelah Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menggelar konferensi pers di kediamannya, di Cikeas.

Dalam acara tersebut, SBY menyatakan bahwa pemerintah harus mendengar aspirasi masyarakat yang akan berunjuk rasa pada 4 November menuntut agar proses hukum terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama–yang dituduh menistakan agama–tetap dilanjutkan.

Yudhoyono menyatakan aksi unjuk rasa besar pasti dipicu oleh suatu sebab. Apabila tuntutan si pengunjuk rasa tak pernah diakomodir, unjuk rasa akan tetap ada. “Barangkali karena mereka merasa yang diprotes itu tuntutannya tidak didengar. Kalau tuntutannya tidak didengar, sampai lebaran kuda bakal ada unjuk rasa,” kata Yudhoyono.

Istilah “lebaran kuda” itulah yang membuat ranah Twitter tertawa, karena secara resmi hanya ada dua jenis lebaran, yaitu Idulfitri dan Iduladha. Orang Indonesia biasanya memakai istilah “lebaran monyet” untuk bercanda saja, bukan “lebaran kuda,” yang sesungguhnya tidak pernah ada.

“Sejak dulu gw tau ada sebutan Lebaran Monyet. Klo lebaran kuda br tau dr pak SBY nih :))) .. tulis akun @x_catra

 

Akun @annisanggaraa menulis, “Karena pak SBY kita akhirnya punya lebaran kuda yihaa

 

Akun @buset1975 bahkan membuat meme dan menulis, “Duileee mentang2 mo lebaran kuda.”

 

Akun @digembok menulis, “Selamat Hari Raya Lebaran Kuda -dinasti cikeas #SBYPanik

 

Sinisme dan kelakar yang muncul itu merupakan bentuk prasangka publik yang mencurigai Yudhoyono sedang membantu usaha anaknya.

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), anak sulung Yudhoyono, adalah salah satu kandidat gubernur DKI Jakarta. Menurut hasil sementara lembaga-lembaga, popularitas Agus masih di bawah gubernur petahana Basuki T Purnama (Ahok). Seandainya Ahok diadili, otomatis peluang Agus membesar.

Ini seperti yang ditulis akun @KeongKecill milik Andika M Halimaking, “Mungkin sby takut anaknya kalah makanya dia turun gunung :v 10 tahun masih kurang #SBYsudahlah

 

Namun, para pendukung dan simpatisan Yudhoyono mengingatkan agar netizens tak terkecoh oleh lelucon lebaran kuda. Mereka menilai bahwa pemimpinnya sedang mengingatkan aparat hukum agar menjalankan tugas menangani perkara dugaan penistaan agama oleh Ahok. Jadi jangan dirisak.

Akun @antikonsultanpr menulis, “Jadi sekarang skenario konsultanpolitik2 pemerintah mau spin SBY biang kerok kasus penistaan agama oleh Ahok, gile lu ndro …”

 

Akun @Bangsa2000 milik Idan Setyawan menulis, “Ada saja pihak Yang menyudutkan.SBY Setelah Putra sulungnya AHY maju Pilkada, bentuk ketakutan sudah melanda dan panik.”

 

Apa pun komentar publik, sulit dimungkiri bahwa pernyataan Yudhoyono di depan publik berpotensi menaikkan lagi suhu politik. Pada saat situasi sedang memanas seperti sekarang, pernyataan Yudhoyono bisa diartikan lain.

Dia seolah mendukung dugaan bahwa Ahok bersalah telah menista agama dan layak dihukum. Padahal sebagai tokoh nasional dan ketua partai politik besar, Yudhoyono sebaiknya mengambil posisi netral dan tak memberikan pernyataan yang provokatif.

Padahal menurut akun @sy_haris milik peneliti senior dan analis politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris yang memiliki 4.800 pengikut, “Dalam kondisi politik yang sedang keruh, para pemimpin politik dan agama mestinya memberi pernyataan menyejukkan, bukan malah memprovokasi.”

 

Pernyataan Presiden Indonesia ke-6 kemarin menimbulkan sejumlah pertanyaan di tengah memanasnya situasi politik menjelang pilkada serentak.

Apakah hukum akan ditegakkan setelah SBY menggunakan haknya untuk berpendapat? Apakah dia sedang berusaha mendongkrak peluang anaknya dalam kontestasi Pilkada Jakarta? Ataukah SBY berlebihan, bukannya membantu menyelesaikan, melainkan malah menambah masalah?

Bagaimana menurut Anda?

 

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *