Liputan6.com, Fighting Hoax in Indonesia

The Internet was supposed to make the world more transparent and more of us more accountable. Somewhere around when The Cluetrain Manifesto was written there was a feeling, now seeming naïve, that the Internet would help us get closer to the truth.

What we have discovered of late, however, that the opposite has happened and we have somehow been transported into a post-truth world where we are constantly being taken in by hoaxes and fake news.

In this sad state of affairs, the conventional media, whether offline or online, was supposed to be something we can rely on to sift the truth from the falsehoods. But even they are finding this task challenging.

Read More

Liputan6.com Melawan Hoaks di Indonesia

Internet harusnya membuat dunia lebih terbuka dan melahirkan lebih banyak lagi orang-orang yang bertanggung jawab. Sebuah buku berjudul The Cluetrain Manifesto menyebutkan bahwa internet dapat membuat setiap orang jadi lebih dekat dengan kebenaran. Sekarang pernyataan tersebut terdengar naif.

Apa yang kita lihat akhir-akhir ini adalah kebalikannya. Kita telah beralih ke era post-truth, yaitu sebuah masa di mana keyakinan pribadi lebih mempengaruhi opini publik dibandingkan fakta-fakta objektif. Fenomena ini membuat perhatian kita terus-menerus terjerumus ke hoaks dan berita bohong.

Dalam situasi yang menyedihkan ini, media-media konvensional, baik cetak maupun daring, semestinya dapat menjadi saluran yang tepat untuk menyaring informasi-informasi faktual di tengah gempuran berita bohong.

“Tugas media kini menjadi lebih berat karena setiap informasi yang disajikan harus melewati tahap verifikasi terlebih dahulu,” ungkap Pemimpin Redaksi Liputan6.com Mohamad Teguh saat diwawancarai Maverick untuk People Behind the News.

Mohamad Teguh juga menyampaikan bahwa dulu semua berita disampaikan melalui satu arah, di mana pelaku di industri media bertanggung jawab menjaga kualitas dan distribusi informasi yang disampaikan.

Kini, siapapun bisa memproduksi “berita”, didukung oleh media sosial yang membuat penyebaran informasi semakin cepat, luas, dan tak mengenal jarak. Bahkan ada beberapa media yang dengan ceroboh memberitakan informasi yang bersumber dari media sosial tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.

Sadar akan adanya krisis kepercayaan kepada institusi media yang timbul akibat persoalan ini, Liputan6.com mengambil langkah lebih maju untuk menjadi sumber informasi dan pemberitaan terpercaya.

Pada Agustus 2017, Liputan6.com mendaftarkan diri menjadi bagian dari International Fact-Checking Network (IFCN). Setelah melengkapi semua persyaratan yang ketat, portal berita ini lolos verifikasi pada 2 Juli 2018. Dengan begitu, Liputan6.com menjadi media kedua di Indonesia yang berhasil lolos setelah Tirto.id.

Teguh menjelaskan, awalnya Liputan6.com memperoleh tawaran dari Facebook untuk ambil bagian dalam memerangi hoaks yang tersebar di berbagai kanal media sosial. Untuk menjadi bagian dari gerakan yang diinisiasi Facebook tersebut Liputan6.com harus lolos verifikasi IFCN.

Liputan6.com harus melewati proses panjang untuk memperoleh akreditasi ini. Beberapa proses yang perlu dilakukan di antaranya memberi akses publik ke dokumen legal perusahaan, mengungkap sumber pendanaan, serta menjamin bahwa kebijakan redaksi yang diterapkan tidak berpihak pada kepentingan tertentu.

Liputan6.com bahkan memiliki satu inbox yang didedikasikan untuk menerima semua jenis informasi yang diduga hoaks dan menerima pertanyaan-pertanyaan dari publik. Sejak dibuka, inbox ini telah dipenuhi pengaduan hoaks dari publik. Liputan6.com memiliki sebuah tim yang terdiri dari penulis, jurnalis, dan periset untuk memverifikasi semua informasi dan aduan tersebut.

Teguh menegaskan, “Saya percaya bahwa memerangi hoaks adalah kewajiban semua orang, bukan hanya tanggung jawab badan-badan pemerintahan, media atau humas, tapi semua orang. Berdasarkan apa yang saya amati, publik telah lebih proaktif dan interaktif untuk melakukan verifikasi informasi. Hal ini terbukti dari kotak masuk CekFakta kami yang dipenuhi berbagai pertanyaan dan informasi dari para pembaca.”

Bahkan dengan semua hal tersebut di atas, perang melawan hoaks masih harus berlanjut dan terdapat tugas yang semakin berat. “Masalahnya adalah orang-orang terkadang percaya pada hal-hal yang ingin mereka percayai, bahkan ketika fakta dengan jelas menyangkal hal tersebut. Kasus hoaks Ratna Sarumpaet menjadi salah satu contoh nyata di mana masih saja ada orang-orang yang percaya bahwa ia dianiaya sekalipun telah ada bukti-bukti autentik dari kepolisian disertai pengakuan dari Ratna sendiri,” ujar Teguh.

Meskipun demikian, Teguh optimis dengan kemampuan Liputan6.com dalam membantu para pembaca lebih dekat dengan kebenaran. “Orang-orang sudah semakin cerdas dan mampu memilih caranya sendiri untuk membedakan mana informasi yang layak untuk dikonsumsi.”

Salah satu caranya adalah dengan memilih sumber pemberitaan yang terpercaya, seperti Liputan6.com. Bukan hanya karena portal berita ini menjalankan proses cek fakta, tetapi juga berani menjamin semua fakta yang mereka sajikan benar-benar fakta yang dapat diverifikasi.

Silakan tengok video wawancara kami dengan Mohamad Teguh di tautan ini.

Anadolu Agency Indonesia, Menjawab Tantangan Media di Era Disrupsi Digital

Kekerasan menghantui anak-anak dan orang-orang tak bersalah di zona-zona perang di seluruh penjuru dunia setiap hari. Kita melihatnya melalui media di Palestina, Suriah, Afganistan, atau Myanmar.

dandy koswara
Dandy Koswaraputra, Kepala Biro Anadolu Agency Indonesia.

Anadolu Agency, sebuah kantor berita Turki yang berdiri sejak 1920, hadir untuk memastikan bahwa semua masyarakat dunia tidak mengalihkan pandangan dari tragedi kemanusiaan ini.  Read More

Vice Indonesia melampaui batas pemberitaan lewat perbedaan

Pertama kali muncul di Indonesia pada November 2016, Vice Indonesia menjadi media baru yang berkembang relatif cepat. Dengan gaya penulisan yang khas dan pilihan berita yang unik, Vice Indonesia berhasil menarik minat anak muda, terutama di kota-kota besar.

Vice Indonesia

Kisah-kisah unik yang pernah diulas, antara lain tentang sosok penerjemah subtitle film-film bajakan yang telah melegenda di Internet, dan pengalaman seseorang yang mencoba ikut memboikot produk-produk yang diserukan orang-orang di media sosial. Bagaimana Vice Indonesia bekerja? Read More

Building and Maintaining Spokesperson Credibility

(For Indonesian, click here)

Mika Brzezinski, the host of MSNBC’s popular morning program ‘Morning Joe’, has announced earlier this week that Kellyanne Conway, the counselor to President Donald Trump, will be indefinitely blacklisted from appearing on their show due to her overall lack of credibility. Conway has been repeatedly giving statements at odds with the White House, which put her credibility in doubt.

Read More

Membangun dan Mempertahankan Kredibilitas Narasumber

(Untuk versi Bahasa Inggris, klik di sini)

“Morning Joe”, acara talkshow populer di MSNBC minggu ini melalui hostnya, Mika Brzezinski mengumumkan memasukkan Kellyanne Conway ke dalam daftar hitam dan tidak akan mengundang lagi penasihat utama Donald Trump tersebut ke dalam acaranya karena tidak kredibel. Conway berkali-kali memberikan pernyataan yang bertentangan dengan Gedung Putih, yang membuat kredibilitasnya diragukan. Read More