Pradipta Nugrahanto: Kita Tidak Berbicara Angka, Tetapi Lebih ke Trust dan Value

Indonesia saat ini sedang menikmati perkembangan industri digital yang pesat, tercermin dari berkembangnya industri startup. Di awal tahun ini, Indonesia berada di peringkat ke-5 untuk negara dengan jumlah startup terbanyak dengan 2.071 startup.

Kehadiran media yang fokus pada industri startup memiliki peran besar di tengah pesatnya perkembangan industri digital di Indonesia. Media-media ini diharapkan bisa memberikan informasi yang akan dapat membantu para pelaku industri startup dalam mengembangkan bisnis mereka.

Salah satunya adalah Tech in Asia, sebuah media komunitas online pelaku startup di Indonesia. Pada 15 Maret lalu, Maverick berkesempatan untuk berbincang-bincang dengan Pradipta Nugrahanto, Editor in Chief Tech in Asia Indonesia. Bagiamana pria yang akrab dipanggil Mas Dipta ini memimpin Tech in Asia? Berikut hasil wawancara kami dengan beliau:

Read More

Liputan6.com, Fighting Hoax in Indonesia

The Internet was supposed to make the world more transparent and more of us more accountable. Somewhere around when The Cluetrain Manifesto was written there was a feeling, now seeming naïve, that the Internet would help us get closer to the truth.

What we have discovered of late, however, that the opposite has happened and we have somehow been transported into a post-truth world where we are constantly being taken in by hoaxes and fake news.

In this sad state of affairs, the conventional media, whether offline or online, was supposed to be something we can rely on to sift the truth from the falsehoods. But even they are finding this task challenging.

Read More

Liputan6.com Melawan Hoaks di Indonesia

Internet harusnya membuat dunia lebih terbuka dan melahirkan lebih banyak lagi orang-orang yang bertanggung jawab. Sebuah buku berjudul The Cluetrain Manifesto menyebutkan bahwa internet dapat membuat setiap orang jadi lebih dekat dengan kebenaran. Sekarang pernyataan tersebut terdengar naif.

Apa yang kita lihat akhir-akhir ini adalah kebalikannya. Kita telah beralih ke era post-truth, yaitu sebuah masa di mana keyakinan pribadi lebih mempengaruhi opini publik dibandingkan fakta-fakta objektif. Fenomena ini membuat perhatian kita terus-menerus terjerumus ke hoaks dan berita bohong.

Dalam situasi yang menyedihkan ini, media-media konvensional, baik cetak maupun daring, semestinya dapat menjadi saluran yang tepat untuk menyaring informasi-informasi faktual di tengah gempuran berita bohong.

Read More

Anadolu Agency Indonesia, Menjawab Tantangan Media di Era Disrupsi Digital

Kekerasan menghantui anak-anak dan orang-orang tak bersalah di zona-zona perang di seluruh penjuru dunia setiap hari. Kita melihatnya melalui media di Palestina, Suriah, Afganistan, atau Myanmar.

dandy koswara
Dandy Koswaraputra, Kepala Biro Anadolu Agency Indonesia.

Anadolu Agency, sebuah kantor berita Turki yang berdiri sejak 1920, hadir untuk memastikan bahwa semua masyarakat dunia tidak mengalihkan pandangan dari tragedi kemanusiaan ini.  Read More

Vice Indonesia melampaui batas pemberitaan lewat perbedaan

Pertama kali muncul di Indonesia pada November 2016, Vice Indonesia menjadi media baru yang berkembang relatif cepat. Dengan gaya penulisan yang khas dan pilihan berita yang unik, Vice Indonesia berhasil menarik minat anak muda, terutama di kota-kota besar.

Vice Indonesia

Kisah-kisah unik yang pernah diulas, antara lain tentang sosok penerjemah subtitle film-film bajakan yang telah melegenda di Internet, dan pengalaman seseorang yang mencoba ikut memboikot produk-produk yang diserukan orang-orang di media sosial. Bagaimana Vice Indonesia bekerja? Read More

Building and Maintaining Spokesperson Credibility

(For Indonesian, click here)

Mika Brzezinski, the host of MSNBC’s popular morning program ‘Morning Joe’, has announced earlier this week that Kellyanne Conway, the counselor to President Donald Trump, will be indefinitely blacklisted from appearing on their show due to her overall lack of credibility. Conway has been repeatedly giving statements at odds with the White House, which put her credibility in doubt.

Read More