JAKARTA- Kegiatan The Journalist Fellowship Program 2020 diselenggarakan selama hampir empat bulan, dimulai sejak Oktober 2020. Program ini terbagi menjadi dua angkatan yaitu angkatan pertama pada 21 September hingga 23 Oktober 2020 yang diikuti oleh 15 peserta dan angkatan kedua diselenggarakan pada 11 November hingga 11 Desember 2020 diikuti oleh 25 peserta. Kegiatan fellowship ini sepenuhnya merupakan sebuah program pembangunan kapasitas bagi jurnalis yang terdampak pandemi, dan diinisiasi oleh Maverick Indonesia yang bekerjasama dengan AJI Indonesia.
Program inisiasi konsultan komunikasi strategis Maverick Indonesia bersama Aliansi Jurnalis Independen (AJI) telah mencapai penghujung acara. Dimulai dari bulan September 2020 lalu dengan jumlah total XXX pendaftar, yang berhasil disaring menjadi XXX dalam dua angkatan. Selama XXX bulan, peserta yang berasal dari berbagai kota di Indonesia tidak hanya mendapatkan bantuan ekonomi tetapi juga kelas daring untuk pengembangan diri.
Sejak September 2020, The Journalist Fellowship Program telah berhasil menyaring 15 jurnalis terpilih terdampak pandemi yang akan mengikuti rangkaian program seperti mentoring, kelas daring serta pembuatan karya jurnalistik mendalam. Sukses dengan bagian pertama, program kembali digelar dengan menyaring 25 peserta.
Diharapkan, para peserta tidak hanya dapat terbantu secara ekonomi tetapi juga mendapatkan pengetahuan di tengah situasi yang tidak pasti. Selain kelas jurnalistik mendalam, peserta terpilih juga mendapatkan beberapa pemaparan dari berbagai bidang seperti kewirausahaan, pengetahuan industri teknologi dan kesehatan mental.
[QUOTE ABDUL MANAN]
“Peran jurnalistik menjadi salah satu hal yang vital dalam isu-isu masyarakat dan sosial, didukung dengan jurnalis dengan kompetensi mumpuni sehingga dapat menyampaikan informasi kepada khalayak. Dengan berjalannya The Journalist Fellowship Program selama beberapa bulan terakhir, hal ini menunjukkan bahwa peran kolaborasi yang baik antara lembaga independen jurnalis dan praktisi komunikasi dapat berkontribusi bersama dalam kelangsungan dunia jurnalistik,” ujar Abdul Manan, Ketua Umum AJI Indonesia.
Berbagai karya jurnalistik yang dihasilkan diantaranya berjudul XXX oleh XXX, XXX oleh XXX dan XXX oleh XXX. Sejumlah karya tersebut juga dimuat dalam sejumlah media nasional yakni XXX, XXX dan XXX.
Salah satu peserta pada Batch ke-2, Aisyah Kamaliah yang berasal dari Jakarta mengatakan bahwa rangkaian program bukan saja membantu meningkatkan kemampuan jurnalistik mendalam tetapi juga soft skill yang dapat digunakan untuk menunjang pengembangan diri.
[QUOTE PESERTA]
"Selain meningkatkan kemampuan jurnalistik kami sebagai wartawan, pengembangan diri dalam bidang soft skill seperti seputar teknologi dan kesehatan yang dibutuhkan kala pandemi juga menjadi pemaparan baru untuk kami. Ditambah, materi yang diberikan juga disampaikan oleh para pakar di bidangnya," paparnya.
Selain kolaborasi antara Maverick Indonesia dan AJI Indonesia, program ini juga didukung oleh Danone AQUA sebagai sponsor utama, Jenius sebaga sponsor pendamping dan partisipasi dari Nutrifood pada Batch 1. Selanjutnya, pada Batch ke-2, didukung penuh oleh OPPO dan didampingi dengan Pfizer.
[QUOTE OPPO]
Sebagai sponsor utama di batch ke-2, OPPO Indonesia mengatakan turut senang dalam berpartisipasi dalam The Journalist Fellowship Program yang diharapkan membantu jurnalis kala pandemi. “Sebagai salah satu perusahaan teknologi, media berperan besar dalam membantu perkembangan kami di Indonesia. Terlebih, rekan media juga menjadi teman baik kami selama ini. Kami berharap, sesi kelas yang diberikan juga dapat menjadi pengetahuan baru bagi jurnalis terhadap industri teknologi,” ujar Aryo Meidianto, PR Manager OPPO Indonesia.
Sementara itu, Direktur Maverick Indonesia Lita Soenardi mengatakan bahwa program ini bukan saja diinisiasi untuk mendukung kelangsungan sektor jurnalistik yang lebih baik, hal ini juga diharapkan menjadi contoh untuk berbagai perusahaan. Bahwa sebenarnya, jurnalistik adalah peran yang vital dalam salah satu stakeholder kehumasan yang harus dirangkul dalam segala kondisi.
“Program yang telah dijalankan selama 4 bulan dengan 2 angkatan ini diharapkan bukan saja dapat membantu para rekan jurnalis terdampak pandemi, tetapi juga menjadi contoh kepada perusahaan-perusahaan untuk melihat fenomena bahwa dengan bersama-sama kita dapat berperan untuk tetap membantu kelangsungan jurnalistik di Tanah Air dalam kondisi yang tidak pasti saat ini,” ujarnya.
Tentang Maverick
Maverick merupakan konsultan komunikasi strategis yang didirikan pada tahun 2002, dan telah dipercaya dalam menangani strategi serta program komunikasi perusahaan-perusahaan blue chip seperti Airbus, APP Sinar Mas, Danone-AQUA, Spotify, Whatsapp, dan Xiaomi.
Maverick mengoptimalkan penggunaan strategi purpose-driven serta Monitoring & Analytics dalam penyampaian strategi komunikasi dan perlindungan reputasi dari brand dan perusahaan.
Selama 10 tahun terakhir, Maverick aktif membangun dan menjalin hubungan kerja sama yang baik dengan sejumlah komunitas, pemimpin opini, serta pemangku kepentingan melalui kegiatan inisiatif seperti PechaKucha Night Jakarta,Catalyst, MaVoice, The Recruit, dan Comms Club.
Tentang AJI Indonesia
Aliansi Jurnalis Independen (AJI) lahir sebagai perlawanan komunitas pers Indonesia terhadap kesewenang-wenangan rezim Orde Baru. Mulanya adalah pembredelan Detik, Editor dan Tempo, 21 Juni 1994. Ketiganya dibredel karena pemberitaannya yang tergolong kritis kepada penguasa. Tindakan represif inilah yang memicu aksi solidaritas dan gerakan perlawanan di berbagai kota. Akhirnya, sekitar 100 orang yang terdiri dari jurnalis dan kolumnis berkumpul di Sirnagalih, Bogor, 7 Agustus 1994.
Saat ini AJI memiliki cabang di 38 AJI di tingkat kota dan memiliki perhatian pada tiga isu utama: perjuangan pada kemerdekaan pers, peningkatan profesionalisme dan kesejahteraan jurnalis. Inilah yang kemudian diwujudkan menjadi program kerja selama ini juga diintegrasikan dengan isu gender dan perempuan. Karena itulah, AJI secara rutin melaksanakan sejumlah kegiatan kampanye, advokasi, training, workshop, diskusi, seminar, penelitian, beasiswa, penerbitan buku, dll.
Untuk keterangan lebih lanjut, silakan menghubungi:
Shinta Angriyana
Associate Media Outreach
0813-1101-0840 | [email protected]