Jakarta, 10 Januari 2025 — Aksi melompat atlet binaan Red Bull Blue and Silver Frédéric Fugen dari Autograph Tower, Jakarta, pada 8 Januari lalu menoreh sejarah baru di dunia olahraga menantang dunia. Lompatan yang dikenal sebagai BASE jump ini tidak hanya semakin melambungkan karir Frédéric, tetapi juga Jakarta ke radar atlet dan pecinta BASE jump dunia.
Berikut ini adalah lima fakta menarik tentang BASE jump yang perlu kamu ketahui.
Lompat Lebih Rendah Dibanding Skydive, Bukan Berarti Lebih Mudah
BASE adalah akronim dari Building (bangunan), Antenna (menara), Span (jembatan), dan Earth (tebing atau alam) yang merupakan titik lompatan para pelaku olahraga ini. Tidak seperti skydiving, BASE jump dilakukan dari ketinggian yang lebih rendah, sehingga memberikan waktu yang lebih singkat untuk memperhitungkan waktu membuka parasut dan mendarat.BASE jumpers menggunakan satu parasut yang dirancang khusus untuk pembukaan cepat, mengingat jarak antara titik lompatan dan tanah yang jauh lebih dekat dibandingkan skydiving yang memiliki dua parasut. Selain itu, mereka juga sering menggunakan wingsuit untuk mengontrol kecepatan dan arah lompatan. Kombinasi faktor-faktor ini menjadikan BASE jump olahraga yang membutuhkan keberanian dan keterampilan tingkat tinggi.
BASE Jump dari Gedung Tertinggi di Indonesia dan di Belahan Bumi Selatan

Frédéric Fugen saat melompat dari Autograph Tower, gedung setinggi 385 meter (Foto oleh: Iko Resa Andika Fajri/Red Bull Content Pool).
Aksi dari Autograph Tower menorehkan capaian tersendiri sebagai BASE jump dari gedung tertinggi di Indonesia sekaligus belahan Bumi selatan, yakni dengan ketinggian 385 meter. Gedung ini menjadi salah satu simbol perkembangan Jakarta sebagai megalopolis global sekaligus mempertegas posisi Indonesia di mata dunia. Acara ini tidak hanya mencetak sejarah baru tetapi juga memicu semangat generasi muda untuk menembus batas dan bersaing di tingkat global.
Frédéric Fugen Pemegang Rekor BASE Jump dari Gedung Tertinggi di Dunia

Frédéric Fugen ketika persiapan akhir sesaat sebelum melompat dari puncak Autograph Tower. (Foto oleh: Thibault Gaucet/Red Bull Content Pool).
Frédéric Fugen, atlet binaan Red Bull, adalah salah satu BASE jumpers, pilot wingsuit, dan skydiver paling berbakat di dunia. Atlet asal Prancis ini melakukan lompatan solo pertamanya pada tahun 1996 di usia 16 tahun. Dengan lebih dari 20 tahun pengalaman, Frédéric telah mencatatkan berbagai pencapaian fenomenal, termasuk lompatan dari gedung tertinggi di dunia yakni Burj Khalifa setinggi 828 meter pada 2014.
Selain BASE jump, Frédéric juga dikenal dengan kreativitasnya menggabungkan beberapa olahraga sekaligus, seperti melakukan sky skiing — kombinasi skydiving dan ski pertama di dunia yaitu terbang bebas dari balon udara dilanjutkan ski menuruni lereng gunung La Clusaz, Prancis, pada tahun 2022.
Persiapan Presisi untuk Sebuah Lompatan 32 Detik

Frédéric Fugen memberikan coaching clinic kepada tim Pembinaan Potensi Dirgantara TNI AU dan Federasi Aero Sport Indonesia (FASI). (Foto oleh: Red Bull Content Pool).
BASE jump dikenal sebagai olahraga menantang dengan risiko tinggi. Oleh karena itu, setiap aksi memerlukan pengalaman dan persiapan matang, mulai dari penghitungan kecepatan dan arah angin, analisis titik lompatan dan pendaratan, hingga koordinasi dengan tim pendukung. Oleh karena itu, aksi Frédéric di Jakarta didukung oleh TNI AU dan tim profesional lainnya untuk memastikan aspek keselamatannya.
Inspirasi untuk Generasi Muda Indonesia
Sebagai bagian dari acara, brand minuman energi nomor satu dunia asal Austria ini turut mengadakan sesi berbagi pengalaman antara Frédéric Fugen, tim Pembinaan Potensi Dirgantara TNI AU, dan Federasi Aero Sport Indonesia (FASI).Aksi Frédéric Fugen tidak hanya tentang pencapaian pribadi tetapi juga membawa pesan penting bahwa keberanian, tekad, dan persiapan yang matang dapat membuka pintu bagi hal-hal luar biasa. Harapannya, acara ini dapat memicu semangat generasi muda untuk menembus batas dan bersaing di tingkat global. “Saya berharap aksi ini dapat menginspirasi generasi muda Indonesia untuk mengeksplorasi potensi mereka terutama di olahraga dirgantara,” tutup Frédéric.
***

Tentang Frédéric Fugen
Frédéric Fugen adalah salah satu skydiver, pilot wingsuit, dan BASE jumpers paling berbakat dan inovatif di dunia. Dalam karirnya selama lebih dari 20 tahun, ia sudah melakukan lebih dari 20.000 aksi kedirgantaraan.
Lahir di Annecy, Prancis, Fred Fugen telah mengenal dunia udara sejak usia dini, berkat minat orang tuanya pada olahraga terjun payung. Ia melakukan lompatan solo pertamanya pada tahun 1996 di usia 16 tahun, dan sejak saat itu kakinya jarang menyentuh tanah.
Sebagai seseorang yang selalu menjadi pelopor, Fugen mulai berkompetisi dalam freeflying. Pada tahun 2004, ia bergabung dengan tim nasional freefly Prancis dan memenangkan Kejuaraan Dunia pertamanya di Brasil pada tahun yang sama. Ia tetap tak terkalahkan di level Kejuaraan Dunia antara tahun 2004 dan 2009.
Tentang Red Bull
Red Bull adalah merek minuman energi premium ternama dunia (kaleng Blue and Silver), yang resmi diluncurkan di Indonesia pada bulan Mei 2016. Keunikan formula minuman energi Red Bull memberikan sensasi stamina pada tubuh. Dietrich Mateschitz mendirikan Red Bull pada pertengahan tahun 1980 di Eropa dan dipasarkan pertama kali di negara asalnya Austria pada tanggal 1 April 1987. Saat ini, Red Bull tersedia di lebih dari 175 negara termasuk Indonesia.
Untuk keterangan lebih lanjut tentang Red Bull, kunjungi website www.redbull.com dan follow Facebook: facebook.com/redbull , Twitter & Instagram: @redbull and @redbullindo
Informasi lebih lanjut
- Foto-foto dan Video untuk editorial: https://www.redbullcontentpool.com/id/CP-S-19116
Twitter: https://twitter.com/redbull
Instagram: https://www.instagram.com/redbullindo
Facebook: https://www.facebook.com/RedBull
Tentang Autograph Tower
Autograph Tower adalah gedung pencakar langit tertinggi di Indonesia dan belahan bumi bagian selatan dengan ketinggian 385 meter. Gedung ini memiliki 109 lantai dan memiliki Observatory Deck di lantai 87 dan Sky Garden di lantai 100. Dengan luas total 163.788-meter persegi, Autograph Tower menawarkan fasilitas kelas dunia yang dirancang untuk memberikan pengalaman terbaik bagi pengunjung dan penyewa.
Gedung ini dikembangkan oleh PT Putragaya Wahana (PGW), pengembang ternama yang juga membangun UOB Plaza di Jakarta. Sebagai bagian dari superblok Thamrin Nine, dua menara yang menjadi bagian dari pengembangan ini telah dianugerahi penghargaan sebagai gedung tertinggi di Indonesia dan belahan bumi selatan oleh MURI, dengan Autograph Tower setinggi 385 meter dan Luminary Tower setinggi 304 meter. Autograph Tower akan menjadi rumah bagi Observatory Deck pertama dan tertinggi di Indonesia.
Sebagai gedung kelas A yang ramah lingkungan, Autograph Tower telah memperoleh sertifikasi platinum, dengan efisiensi energi hingga 30% lebih hemat dibandingkan gedung konvensional sejenis. Autograph Tower mencerminkan inovasi dan ambisi Jakarta sebagai pusat global untuk bisnis, budaya, dan pariwisata, menjadikannya simbol kemajuan dan kebanggaan Indonesia di panggung internasional.