Minat wisatawan global untuk menyaksikan fenomena Aurora Borealis terus meningkat sejak 2019 dan diprediksi mencapai puncaknya pada musim aurora 2025. Dengan peluang terbaik dalam sepuluh tahun terakhir, wisata fenomena langit malam atau noctourism semakin menarik perhatian para pelancong yang mencari pengalaman unik di bawah langit berbintang.
Peluang Terbaik Melihat Aurora dalam 10 Tahun
Siklus matahari yang aktif hingga pertengahan 2025 memberikan intensitas aurora yang lebih kuat, sehingga peluang melihat cahaya hijau dan ungu khas northern lights menjadi lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya. Kondisi atmosfer dan geomagnetik pada periode ini membuat 2025 menjadi momen ideal bagi wisatawan yang ingin merencanakan perjalanan ke wilayah sekitar Arctic Circle.
Lonjakan Minat Wisata Aurora
Data Airbnb menunjukkan peningkatan tinggi terhadap penginapan di lokasi strategis untuk melihat Aurora Borealis. Sejak 2019, minat menginap di area tersebut naik lebih dari 130%. Sementara itu, pada musim aurora tahun ini (Desember 2024 hingga Maret 2025), pencarian akomodasi di sekitar lingkar Arktik mengalami peningkatan 60%.
Negara yang paling banyak dipesan oleh wisatawan untuk menikmati fenomena aurora mencakup Norwegia, Finlandia, Swedia, Islandia, Amerika Serikat (Alaska), dan Kanada. Destinasi-destinasi ini dikenal dengan langit malam yang gelap, minim polusi cahaya, serta akses menuju lokasi pengamatan aurora yang ideal.
Pengaruh Media Sosial dalam Tren Auroral Travel
Tren wisata aurora turut diperkuat oleh konten digital. Salah satu contohnya adalah kisah viral dari tuan rumah Airbnb bernama Martin yang membangunkan tamunya, seorang content creator bernama Pency Lucero, pada tengah malam ketika aurora tampak di atas kabin mereka di Rörbäck, Swedia. Pengalaman tersebut memberi kesan mendalam dan bahkan menginspirasi Pency untuk berencana membuka Airbnb di Spanyol bagian Selatan.
Tips Menyaksikan Aurora Borealis dari Host Airbnb
Menurut Martin, wisatawan dapat meningkatkan peluang melihat aurora dengan memilih lokasi yang minim polusi cahaya. Cuaca cerah dan kondisi langit terbuka juga menjadi faktor penting. Dengan sedikit keberuntungan, aurora dapat terlihat di antara pukul 21.00 hingga 02.00 pagi.
Tiga Airbnb yang Paling Banyak Diminati untuk Wisata Aurora
1. Containerhouse – Lofoten, Norwegia

Terletak di antara laut dan pegunungan Lofoten, rumah kontainer ini menawarkan jendela besar di setiap sudut ruangan. Saat musim dingin, tamu dapat menyaksikan Aurora Borealis langsung dari kamar tidur. Pada musim panas, pengunjung dapat menikmati midnight sun, fenomena siang hari tanpa matahari terbenam.
2. Winter Wonderland – Kittilä, Finlandia

Chalet kayu ini pernah tampil di majalah Forbes dan memiliki empat kamar tidur, sauna pribadi, serta ruang bermain anak dengan Xbox. Terletak di resor ski terbesar Finlandia, penginapan ini menawarkan berbagai aktivitas menarik sembari menunggu aurora muncul pada malam hari.
3. Fjälluggla Cottage – Blattniksele, Swedia

Pilihan yang lebih terjangkau ini berada di area pedesaan yang dikelilingi hutan dan suasana tenang. Dengan harga mulai Rp2 jutaan, kabin ini menawarkan aktivitas seperti menyewa kano, bersepeda, dog sledding, hingga snowmobile. Lingkungan yang gelap dan tenang menjadikannya lokasi ideal untuk berburu aurora.
Tentang Airbnb
Airbnb lahir pada tahun 2007 ketika dua tuan rumah menyambut tiga tamu ke rumah mereka di San Francisco, dan sejak itu berkembang menjadi lebih dari 4 juta tuan rumah yang telah menyambut 1,5 miliar kedatangan tamu di hampir setiap negara di seluruh dunia. Setiap hari, tuan rumah menawarkan penginapan dan pengalaman unik yang memungkinkan tamu terhubung dengan komunitas dengan cara yang lebih autentik.
https://news.airbnb.com
Kontak Media:
Sahiba Marwaha, Airbnb — sahiba.marwaha@airbnb.com
Maverick Indonesia — airbnb@maverick.co.id