Sektor industri Indonesia, yang menghasilkan emisi 238,05 juta ton karbon dioksida ekuivalen (CO2e) pada 2022, menjadi salah satu tantangan untuk mencapai net zero emission pada 2050.
Pemerintah berencana untuk terus mendorong penerapan energi terbarukan, termasuk melalui penggunaan panel surya.
Sejalan dengan target tersebut, HKI bermitra dengan ESI untuk memperkenalkan konsep Energy Community, sebuah inovasi pemanfaatan energi surya berdasarkan praktik global, untuk diintegrasikan di perusahaan-perusahaan dalam sebuah area Wilayah Usaha. Kerja sama ini diresmikan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada 25 Juli 2024.
![]() Ricardo Ferreira (Managing Director, Distributed Generation - Greenvolt Group), Harry Radcliffe, (Direktur, ESI), Sanny Iskandar (Ketua Umum, HKI), dan Priyo Budianto (Sekretaris Jenderal, HKI) dalam Rakernas XXIV HKI pada 25 Juli 2024 |
Semarang, 25 Juli 2024 — Sektor industri di Indonesia, yang menghasilkan 238,05 juta ton CO2e pada 20221 masih menghadapi tantangan untuk mencapai target net zero emission. Tantangan-tantangan tersebut termasuk keterbatasan teknologi, keahlian khusus, dan sumber daya. Untuk mengatasi tantangan tersebut, Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) bermitra dengan PT Emerging Solar Indonesia (ESI) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman di Semarang pada 25 Juli 2024 dalam acara Rakernas XXIV HKI.
Kolaborasi ini bertujuan untuk membawa praktik dan teknologi canggih ESI yang telah terbukti secara global ke tanah air untuk mendorong penggunaan energi hijau, sehingga meningkatkan daya saing industri Indonesia. ESI, sebuah perusahaan energi terbarukan Indonesia yang didirikan dengan modal finansial, teknologi, dan intelektual global, menggabungkan keahlian global dengan pemahaman lokal untuk menawarkan investasi energi terbarukan.
Penguatan daya saing sektor industri Indonesia melalui operasi yang lebih berkelanjutan sejalan dengan tujuan pemerintah. “Kawasan industri harus segera bertransformasi menuju kawasan industri generasi ke-4 yang memadukan konsep pemanfaatan teknologi berwawasan lingkungan,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat membuka Rakernas, “kita berharap bahwa transformasi tersebut akan berdampak pada meningkatnya daya saing prestasi kawasan industri yang berujung pada pertumbuhan ekonomi.”
![]() Direktur ESI Harry Radcliffe dalam Rakernas XXIV HKI pada 25 Juli 2024 |
Direktur ESI Harry Radcliffe juga menyampaikan misi perusahaan, "ESI sangat antusias karena kemitraan ini akan membuka peluang bagi para anggota HKI untuk mendapatkan akses energi terbarukan demi masa depan yang lebih berkelanjutan. Mereka tidak hanya akan mendapatkan manfaat dari pengurangan jejak karbon saja, tetapi juga dapat meningkatkan daya saing investasi."
Melalui kemitraan ini, ESI berkomitmen untuk mendukung agenda pemerintah Indonesia dalam meningkatkan penggunaan energi terbarukan. Salah satu inisiatif utamanya adalah pengenalan konsep Energy Community, sebuah skema energy-sharing yang sudah berhasil diimplementasikan oleh perusahaan induk ESI, Greenvolt Group, di Portugal. Skema inovatif ini memungkinkan perusahaan-perusahaan dalam sebuah area Wilayah Usaha (Wilus) untuk mendapat manfaat dari hasil energy-sharing sumber energi terbarukan yang lebih terintegrasi.
HKI menyambut baik tujuan ESI yang sejalan dengan rencana pemerintah untuk mendorong implementasi energi terbarukan, termasuk melalui penggunaan panel surya. Ketua Umum HKI Sanny Iskandar menyatakan optimismenya terhadap kolaborasi dengan ESI, “Kolaborasi dengan ESI akan membawa perubahan besar bagi sektor industri di Indonesia. Dengan memadukan kompetensi ESI dengan sumber daya dan keahlian HKI, kami dapat menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan bagi sektor industri Indonesia, sekaligus mendukung ambisi pemerintah untuk mencapai net zero emission melalui pemanfaatan energi terbarukan secara maksimal.”
1Sumber: “Kejar Target NZE, Kemenperin Sempurnakan Jurus Dekarbonisasi Sektor Industri”, Kementrian Perindustrian, 2023
***
Tentang Emerging Solar Indonesia (ESI)
Emerging Solar Indonesia (ESI) adalah perusahaan yang bergerak di bidang investasi energi terbarukan yang memadukan keahlian global dengan pemahaman konteks lokal untuk mendorong keberlanjutan sektor industri di Indonesia. Dibangun berdasarkan kemitraan antara Greenvolt Group dan Spectrum-R, ESI menawarkan renewable investments tanpa adanya tambahan biaya untuk aset (zero-investment) dan biaya operasional (zero opex). ESI mendukung perusahaan-perusahaan penggerak pembangunan nasional menjalankan operasi yang lebih berkelanjutan melalui pengurangan jejak karbon secara signifikan untuk mencapai ambisi net zero emission dan kontribusi pada dampak sosial yang lebih luas.
Tentang Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI)
Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) didirikan pada tanggal 20 Juni 1988 sebagai perkumpulan perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan dan pengelolaan kawasan industri di Indonesia. Tujuan HKI adalah untuk memperkuat peran kawasan industri sebagai alat industrialisasi dengan mendorong para anggotanya untuk menyediakan lahan industri yang terencana dan berkembang dengan semua infrastruktur yang diperlukan dan layanan pendukung bagi industri manufaktur. Oleh karena itu kawasan industri bertindak sebagai insentif non-fiskal bagi investasi langsung asing dan domestik di sektor manufaktur. Tidak hanya menyediakan kavling tanah siap bangun dan standar bangunan pabrik saja, namun juga membantu dan melayani proses pengurusan izin, hak atas tanah, listrik, air, telepon, pengolahan air limbah, dan lain-lain; dan yang lebih penting adalah pengelolaan kawasan secara berkelanjutan.

