Bukan Sekadar Loncat Tebing: 6 Fakta Menarik di Balik Suksesnya Red Bull Cliff Diving World Series 2026 di Bali

  • Publication date May 27, 2026
  • Last updated May 27, 2026
  • Category Press Releases

BALI, 23 Mei 2026 – Indonesia sukses menjalani debut sebagai tuan rumah kompetisi loncat tebing akrobatik terbesar di dunia, Red Bull Cliff Diving World Series, yang berlangsung pada 20–23 Mei 2026 di Broken Beach, Nusa Penida.

Memadukan aksi serta keamanan taraf dunia, alam yang memukau, dan budaya yang mengesankan, berikut 6 fakta menarik dari penyelenggaraan perdana Red Bull Cliff Diving di Indonesia:

1. Keistimewaan Indonesia Dibanding Negara Lain

20260527-220629-image.jpeg

Indonesia dipilih sebagai pembuka musim ke-17 Red Bull Cliff Diving World Series. Dari enam negara yang terpilih sebagai tuan rumah baru tahun ini, Indonesia dan Oman dinilai memiliki kekayaan bentang alam yang memenuhi kriteria untuk lokasi kompetisi dunia ini. 

Hal ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu perhentian istimewa Red Bull Cliff Diving World Series yang telah berkeliling ke lebih dari 30 negara di empat benua sejak diluncurkan pada 2009. 

“Kami mencari lokasi yang dekat dengan masyarakat dan juga dekat dengan aksinya (cliff diving) dan Bali adalah kombinasi menarik! Lokasinya sangat alami, tetapi pada saat yang bersamaan juga dapat dijangkau oleh banyak orang yang bisa melihat langsung betapa sulit dan menantangnya olahraga ini,” ujar Sports Director Red Bull Cliff Diving, Orlando Duque.

2. Rhiannan Iffland Tegaskan Dominasi, Aidan Heslop Buktikan Ambisi

20260527-220934-image.jpeg

Rhiannan Iffland, juara bertahan sembilan musim beruntun asal Australia, membuka musim 2026 sebagai juara kategori perempuan di pemberhentian pertama ini dengan mengantongi total poin 345,55 di Bali. 

Sementara itu, atlet Britania Raya, Aidan Heslop, tampil epik dan meraih poin 419,85 sehingga membawanya meraih trofi “Gates of Heaven” kategori pria.

“Saya pikir, ini soal mendorong batas maksimal sejauh mungkin dan melewatinya. Ini soal melakukan hal  yang belum pernah dilakukan sebelumnya, dan itu juga alasannya saya sangat senang melakukan ini,” ujar Heslop yang masih memegang rekor loncatan tersulit sepanjang sejarah Red Bull Cliff Diving itu.

3. Comeback Manis Calon Bintang Masa Depan 

20260527-220921-image.jpeg

Heslop terakhir kali tampil pada November 2024 usai meraih gelar juara dunia di Sydney. Bali menjadi comeback manis usai dirinya absen 18 bulan akibat cedera dan operasi punggung,

Di hadapan ombak besar Broken Beach, ia langsung mencuri perhatian dengan nilai 9 dari para juri pada ronde kedua dan mengambil alih puncak klasemen lewat lompatan ketiga dari platform setinggi 27 meter.

Ia kemudian mengunci kemenangan lewat loncatan terakhir dengan tingkat kesulitan 5,9, (4 forward, 4 somersaults, 3½ twist pike) dengan total 141,6 poin, membuatnya menang telak 40 poin dari para pesaing sekaligus menegaskan ambisinya untuk merebut kembali gelar juara dunia yang ia lewatkan musim lalu.

“Saya melakukan loncatan terakhir itu dan merasakan kebahagiaan dan rasa lega dalam waktu yang sama. Saya bahkan sempat menitikkan air mata saat diangkat dari air dengan jet ski, karena momen ini sungguh bermakna bagi saya. Rasa tegang benar-benar menjalari tubuh saya sepanjang pekan, apalagi loncatan terakhir yang tidak mudah itu. Saya betul-betul kehabisan kata-kata untuk menggambarkan betapa bahagianya saya,” ujar pria 24 tahun itu.

4. Pengamanan Maritim Tingkat Tinggi oleh TNI AL 

20260527-220628-image.jpeg

Meloncat dari ketinggian 27 meter (pria) dan 21 meter (wanita) langsung ke laut lepas menuntut standar keselamatan ekstrem. Untuk itu, penyelenggara menggandeng TNI Angkatan Laut (AL) untuk mengirim personel rescue diver terlatih guna memastikan keselamatan semua pihak. Komando Pusat Teritorial Angkatan Laut (Pusteral) pun turut mengerahkan sejumlah armada guna memastikan kesiagaan.

“Ada 1 KRI Surabaya, 2 helikopter, dan juga pasukan Kopaska (Komando Pasukan Katak) dan tim penyelam yang melaksanakan pengamanan, termasuk dari Lanal Denpasar Bali ikut terlibat. Apabila terjadi sesuatu, helikopter stand by langsung melakukan evakuasi medis. Namun, alhamdulilah tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” sebut Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Dr. Muhammad Ali, usai penyerahan trofi kepada para pemenang.

Ia juga menegaskan bahwa kehadiran TNI AL adalah bukti kesiapan Indonesia menjadi panggung utama untuk sports tourism khususnya wisata maritim, bahkan sebagai arena kompetisi level dunia, bukan hanya rekreasional.

“Harapannya, agenda ini bisa membangkitkan sports tourism tanah air dan atlet-atlet Indonesia juga dapat ikut bergabung dalam pelaksanaan olahraga ekstrem seperti ini ke depan,” ujarnya.

5. Wajah Baru Pariwisata Bali: Sport Tourism yang Melibatkan Komunitas Lokal

20260527-220625-image.jpeg

Tidak hanya itu, berbagai unsur budaya lokal juga diintegrasikan sebagai elemen tak terpisahkan dari kompetisi loncat tebing akrobatik ini, mulai dari undian giliran loncat dengan memasukkan pensil ke botol ala 17-an, upacara matur piuning dengan para atlet sebelum loncatan dilakukan, hingga kemegahan platform loncat "Tri Loka" (simbol Garuda Wisnu, Bedawang Nala, dan Naga) rancangan seniman lokal.

“Sports tourism menjadi salah satu fokus pengembangan pariwisata kami untuk menghadirkan pariwisata yang lebih berkualitas. Kami mengikuti tren wisata dunia dengan sports tourism-nya, tetapi tetap berbasis kearifan lokal budaya Bali,” kata Kepala Bidang Destinasi Pariwisata pada Dinas Pariwisata Provinsi Bali, A.A. Made Anggia Widana, S.St.Par., M.M.

“Konsep ini terus didorong pemerintah untuk menyebarkan daya tarik wisata agar tidak terpusat di Bali Selatan. Keunikan geografis Pulau Bali juga menyimpan potensi sports tourism yang sangat menjanjikan di luar kawasan Bali Selatan yang selama ini lebih dikenal wisatawan. Penyelenggaraan Red Bull Cliff Diving di Nusa Penida menjadi simbol bagaimana Bali terus berkembang dengan menghadirkan atraksi menarik dan pengalaman baru bertaraf internasional,” tambahnya.

6. Eksekusi Nyata Visi Sport Tourism Premium Indonesia

20260527-221609-image.jpeg

Ajang ini menjadi lompatan penting yang sejalan dengan Nota Kesepahaman Kementerian Pariwisata bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga pada Desember 2025. Kesuksesan menghelat kompetisi ekstrem ini menegaskan pergeseran citra Indonesia, dari sekadar destinasi liburan konvensional menjadi magnet sport tourism premium dunia yang mumpuni.

Dengan lebih dari 3 miliar penonton Red Bull Cliff Diving sepanjang 2025, mayoritas berbasis di Eropa dan Amerika Serikat, pesona Nusa Penida yang berarti “Pulau para Pendeta” sebagai destinasi sport tourism semakin mendunia.

Juara 3 Red Bull Cliff Diving 2023, Xantheia Pennisi, menyampaikan apresiasinya, “Bali adalah lokasi yang betul-betul seperti mimpi. Pulaunya indah, airnya hangat. Beberapa lokasi yang kita tempuh itu airnya dingin, tetapi ini airnya hangat. Aku sangat senang datang ke Bali saat liburan, tapi rasanya lebih spesial ketika datang ke sini untuk berkompetisi.”

***Tayangan ulang Ronde 3 & 4 dari kompetisi di Nusa Penida dapat disaksikan secara publik pada Minggu, 24 Mei 2026, melalui saluran YouTube Red Bull Cliff Diving pukul 18.00 WIB/19.00 WITA. Tayangan ulang Ronde 4 juga dapat disaksikan melalui situs resmi Red Bull TV pukul 19.00 WIB/20.00 WITA.

TENTANG RED BULL CLIFF DIVING WORLD SERIES 

Red Bull Cliff Diving World Series resmi dimulai pada 2009, terinspirasi dari tradisi Raja Kahekili yang meloncat dari tebing sakral Kaunolo di Hawaii pada abad ke-18. Setiap tahunnya, Red Bull Cliff Diving World Series mempertandingkan 12 atlet pria dan 12 atlet wanita dalam kompetisi loncat tebing akrobatik di berbagai lokasi eksotik di seluruh penjuru dunia. Setiap kategori gender terdiri dari 8 atlet permanen dan 4 atlet wildcards. Penampilan setiap atlet akan dinilai oleh 5 orang juri dari berbagai negara berdasarkan teknik, keindahan, dan kemampuan akrobatiknya di udara dan saat masuk ke dalam air.

TENTANG RED BULL BLUE AND SILVER

Red Bull adalah merek minuman energi premium ternama dunia (kaleng Blue and Silver), yang resmi diluncurkan di Indonesia pada bulan Mei 2016. Keunikan formula minuman energi Red Bull memberikan sensasi stamina pada tubuh. Dietrich Mateschitz mendirikan Red Bull pada pertengahan tahun 1980 di Eropa dan dipasarkan pertama kali di negara asalnya Austria pada tanggal 1 April 1987. Saat ini, Red Bull tersedia di lebih dari 175 negara termasuk Indonesia. Untuk keterangan lebih lanjut tentang Red Bull, kunjungi website www.redbull.com dan follow Facebook: facebook.com/redbull, X: @redbull, dan Instagram: @redbullindo.

Latest Press Releases